Love..
Love until you hate..
Then, learn to hate your love..
Then, forgive your hate for loving it..
Minggu, 26 Oktober 2014
Rabu, 22 Oktober 2014
Bebahagialah yang Memiliki Kami dan Kami Memilikinya
Aku bertanya, "Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?"
Beliau menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."
Aku bertanya, "Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"
Beliau menjawab, "Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisinya terbuat dari emas. Mereka berkata, 'Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya."
(HR. Ath-Thabrani, dari Ummu Salamah)
Beliau menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."
Aku bertanya, "Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"
Beliau menjawab, "Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisinya terbuat dari emas. Mereka berkata, 'Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya."
(HR. Ath-Thabrani, dari Ummu Salamah)
Jumat, 03 Oktober 2014
24
..--- ....-
-... .. ... -- .. .-.. .-.. .- ....
.----
.. . .-.. - ... / ... -.-. --- .-. . / --- ..-. / -.... --..-- ..... / -- .. -. .. -- ..- -- / .-- .. - .... / -.... / .. -. / .- .-.. .-.. / ... ..- -... -....- -.-. .- - . --. --- .-. .. . ...
..---
--. . - - .. -. --. / ... -.-. .... --- .-.. .- .-. ... .... .. .--. / - --- / ... - ..- -.. -.-- / .- -... .-. --- .- -..
...--
-- .- -.- .. -. --. / -- . -. - --- .-. .. -. --. / .-- . -... / .- .--. .--. ... / ..-. --- .-. / .-.. --- .-. -.- --- -- / .- .-.. .. -- ...
....-
-- .- -.- .. -. --. / -- --- .-. ... . / - .-. .- -. ... .-.. .- - --- .-.
.....
-- .- -.- .. -. --. / --.- ..- . .-. -.-- / -... ..- .. .-.. -.. . .-. / ..- ... .. -. --. / .--. .... .--.
-....
.--. .-.. .- -. - . -.. / --- -. / - .... . / - --- .--. / --- ..-. / - .- .-.. .- --. .- / -... --- -.. .- ... / -- --- ..- -. - .- .. -.
--...
.--. .-.. .- -. - . -.. / --- -. / - .... . / - --- .--. / --- ..-. / ... .-.. .- -- . - / -- --- ..- -. - .- .. -.
---..
.--. .-.. .- -. - . -.. / --- -. / - .... . / - --- .--. / --- ..-. / ... . -- . .-. ..- / -- --- ..- -. - .- .. -.
----.
-... . .-. .- - / -... .- -.. .- -. / -.- ..- .-. .- -. --. / -.. .- .-. .. / --... ----- -.- --.
.---- -----
.. ... - .. --.- .- -- .- .... / .. -. / --- -. . / -.. .- -.-- / --- -. . / .--- ..- --..
.---- .----
-- . -- --- .-. .. --.. . -.. / .--- ..- --.. / ..--- ----. -....- ...-- ----- / -.-. --- -- .--. .-.. . - . / .-- .. - .... / - .- ..-. ... .. .-.
.---- ..---
.. ..-. / .--. --- ... ... .. -... .-.. . / --..-- / .. / .-- .- -. - / - --- / --. . - / -- .- .-. .-. .. . -..
-... .. ... -- .. .-.. .-.. .- ....
.----
.. . .-.. - ... / ... -.-. --- .-. . / --- ..-. / -.... --..-- ..... / -- .. -. .. -- ..- -- / .-- .. - .... / -.... / .. -. / .- .-.. .-.. / ... ..- -... -....- -.-. .- - . --. --- .-. .. . ...
..---
--. . - - .. -. --. / ... -.-. .... --- .-.. .- .-. ... .... .. .--. / - --- / ... - ..- -.. -.-- / .- -... .-. --- .- -..
...--
-- .- -.- .. -. --. / -- . -. - --- .-. .. -. --. / .-- . -... / .- .--. .--. ... / ..-. --- .-. / .-.. --- .-. -.- --- -- / .- .-.. .. -- ...
....-
-- .- -.- .. -. --. / -- --- .-. ... . / - .-. .- -. ... .-.. .- - --- .-.
.....
-- .- -.- .. -. --. / --.- ..- . .-. -.-- / -... ..- .. .-.. -.. . .-. / ..- ... .. -. --. / .--. .... .--.
-....
.--. .-.. .- -. - . -.. / --- -. / - .... . / - --- .--. / --- ..-. / - .- .-.. .- --. .- / -... --- -.. .- ... / -- --- ..- -. - .- .. -.
--...
.--. .-.. .- -. - . -.. / --- -. / - .... . / - --- .--. / --- ..-. / ... .-.. .- -- . - / -- --- ..- -. - .- .. -.
---..
.--. .-.. .- -. - . -.. / --- -. / - .... . / - --- .--. / --- ..-. / ... . -- . .-. ..- / -- --- ..- -. - .- .. -.
----.
-... . .-. .- - / -... .- -.. .- -. / -.- ..- .-. .- -. --. / -.. .- .-. .. / --... ----- -.- --.
.---- -----
.. ... - .. --.- .- -- .- .... / .. -. / --- -. . / -.. .- -.-- / --- -. . / .--- ..- --..
.---- .----
-- . -- --- .-. .. --.. . -.. / .--- ..- --.. / ..--- ----. -....- ...-- ----- / -.-. --- -- .--. .-.. . - . / .-- .. - .... / - .- ..-. ... .. .-.
.---- ..---
.. ..-. / .--. --- ... ... .. -... .-.. . / --..-- / .. / .-- .- -. - / - --- / --. . - / -- .- .-. .-. .. . -..
Minggu, 17 Agustus 2014
Can I Say and the Three Latest Movies
CanISay adalah sebuah digital magz yang Ka Reza dan teman-teman (termasuk saya) kembangkan. Terakhir kali itu kami publish CanISay Edisi 13. Nah, sudah lama kami tidak publish lagi, karena kesibukan masing-masing yang sudah memasuki dunia kerja. Jadi terpisah gitu. Tapi kemarin ini Ka Reza menginisiasi lagi untuk publish edisi selanjutnya, yakni Edisi 14. Dari situ timbul keyakinan, bahwa walaupun kita terpisah, CanISay tetap bisa publish. Hhe..
Di Edisi ke-14 nantinya, saya dapat tugas mengelola kolom Three Latest Movies. Tapi saya lupa gitu formatnya, seharusnya lihat format yang edisi sebelumnya sii. Yapu sudahlah, jadilah saya sudah terlanjur membuat tiga review film yang terakhir saya saksikan. Hhe..
Review yang saya buat lumayan juga kan buat ngisi blog saya sendiri. Hhe.. Berikut reviewnya. Selamat membaca.. ^^
Di Edisi ke-14 nantinya, saya dapat tugas mengelola kolom Three Latest Movies. Tapi saya lupa gitu formatnya, seharusnya lihat format yang edisi sebelumnya sii. Yapu sudahlah, jadilah saya sudah terlanjur membuat tiga review film yang terakhir saya saksikan. Hhe..
Review yang saya buat lumayan juga kan buat ngisi blog saya sendiri. Hhe.. Berikut reviewnya. Selamat membaca.. ^^
The Art of Getting By
(2011)
Entah ada kerasukan apa, seketika saya mengunduh hampir
semua film yang dibintangi Emma Roberts. Mungkin karena saya senang melihat dia
di film We’re Millers. Cantik-cantik
imut lucu gitu. Hhe.. Dan Film inilah yang langsung saya tonton setelah saya
mengunduhnya..
Setelah saya selesai menonton Film ini. Kesan pertama saya adalah
hambar dan mengecewakan. Datang dengan kisah percintaan remaja, film ini
sederhananya memohon para penonton untuk tidak terlalu serius menyaksikannya.
Film ini diaktori oleh Freddie Highmore, aktor yang pernah
bermain sebagai Peter Llewelyn Davies di Film Finding Neverland. Di film The Art of Getting By ini dia bermain
sebagai George, seorang remaja fatalistik yang akan lulus sekolah menengah atas
di New York, meskipun dia berlum pernah mengerjakan tugas satu pun selama
sekolahnya.
Dalam film ini, saya rasa peran George dimaksudkan sebagai
seorang remaja yang depresi. Tapi Fred Highmore sepertinya tidak memiliki
kemampuan untuk membuat penontonnya percaya bahwa peran George sedang mengalami
depresi. Jika saya tidak bisa percaya bahwa peran George sedang tertekan, saya
harus percaya bahwa dia pemalas. Lalu, apa yang menarik dan baru tentang seorang
remaja pemalas?
George dipasangkan dengan seorang gadis bernama Sally, tokoh
yang dimaksudkan tampak bahagia yang diperankan oleh Emma Roberts. George, di
tengah perjalanannya mulai dibimbing oleh seorang seniman muda yang sukses, diperankan
oleh Michael Angarano. Jika saya tidak langsung dengan serta merta melihat
cinta segitiganya, mungkin film ini akan saya nikmati.
Film ini berusaha menciptakan sebuah dunia sekolah yang
menempatkan semua karakter remajanya seperti remaja pada umumnya. Mereka pergi
ke klub dan dansa selama malam perayaan Tahun Baru dan jika salah satu karakter
harus bicara agak serius, mereka pergi ke bar, dan minum bir seperti film-film
remaja lainnya. Terlepas dari kenyataan yang seharusnya, buat saya, mereka semua terlihat seperti
anak kecil yang rasanya aneh melakukan rutinitas itu.
Untuk film ini, saya ingin mengacungkan jempol saya, tapi jempol saya sakit. Jadi?
Pride & Prejudice
(2005)
Waktu itu saya sedang ingin nonton film ber-genre drama. Setelah
mengintip HD Eksternal, ditemukanlah film ini. Ini pendapat saya:
Ceritanya cukup sederhana. Mr dan Mrs Bennet adalah orang
tua dari lima anak. Semua anaknya wanita dan berusia pertengahan belasan hingga
pertengahan dua puluhan. Pada saat itu, hukum di Inggris tidak membolehkan
wanita mewarisi harta dari orang tuanya. Sehingga ketika Mr Bennet meninggal
misalnya, anak-anak perempuannya akan menjadi tunawisma, kecuali mereka sudah
menikah dengan suami yang akan memberikan kehidupan kepada mereka.
Mr Bingley dan Mr Darcy tiba di kota tempat keluarga Mr
Bennet tinggal. Keduanya sangat kaya raya, sehingga Mrs Bennet melihat kesempatan
untuk kedua anak perempuan tertuanya. Tapi tentu saja, perjalanan cinta sejati
tidak akan pernah berjalan lancar seperti dalam cerita cinta lainnya hingga
akhirnya happily ever after.
Saya sangat tertarik dengan karakter Elizabeth Bennet dalam
film ini, karakter wanita klasik asyik. Peran ini dimainkan oleh Keira
Knightley, yang menurut saya dimainkan sangat baik. Aksen mewah dan agak-agak flirty, dan dialog yang keluar dari
lidahnya itu sedemikian rupa sehingga membuat saya ingin mendengarkan dengan
seksama aksen British-nya.
Matthew Macfadyen yang memerankan karakter Mr Darcy juga
oke. Dia sukses berperan sebagai pria Inggris romantis, penuh gairah, kompeten,
dan berlidah kaku saat berbicara dengan wanita yang dicintainya.
Donald Sutherland pun melakukan pekerjaan yang sangat baik
sebagai Mr Bennet, pria tunggal di sebuah rumah dengan enam perempuan. Adegan
terakhirnya dengan Elizabeth menurut saya cukup menyentuh. Brenda Blethyn
memainkan Mrs Bennet dengan keterampilan yang sama. Sebagai ibu yang aktif
mencarikan suami untuk anak-anaknya, dia sukses membuat saya tertawa dan ingin sekali
menamparnya pada saat yang sama.
Kesimpulan saya, Film ini adalah film dengan cerita yang sederhana namun dikemas dengan sangat
baik. Film yang romantis klasik asyik. Dan saya tentunya selalu senang ketika sebuah film
melebihi harapan saya, karena begitu banyak film yang malah cenderung melakukan sebaliknya. Bagi yang belum menontonnya, tontonlah, anda akan menemukan banyak hal
untuk menikmati.
In to the Wild (2007)
Sean Penn, sutradara, menurut saya telah berhasil membuat salah
satu film terbaik di dunia. Film ini diangkat dari bukunya Jon Krakauer. Dalam bukunya,
Jon Krakauer menceritakan kisah nyata dari Chris McCandless, seorang lulusan Emory
University yang berjalan ke padang liar Alaska pada tahun 1992 untuk menemukan
jati dirinya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan hidup. Di akhir film ini saya ikut
berkabung kepada Chris akan tragedi dan kesalahan penilaiannya, sekaligus juga salut
akan perjalanannya dan semangat pencarian dirinya. Ini indah, film ini indah,
film ini mengambil sepotong hati saya.
Emile Hirsch yang memerankan Chris McCandless terlihat begitu
menghayati perannya. Selama dua jam dan dua puluh lima menit film ini, Hirsch
memberikan segalanya, kedalaman karakter yang menakjubkan. Setelah saya cari tahu,
ternyata Penn sang sutradara bersikeras untuk melakukan pengambilan gambar di
lokasi yang sama dengan perjalanan Chris yang lebih dari dua tahun.
Di awal perjalanan, Chris membakar lisensi dan kartu kreditnya,
membuang tabungan $24.000 dan berangkat untuk mencari tempatnya, di dunia tanpa
peta. Narasi dari adik Chris, Carine yang diperankan Jena Malone untuk
mengungkapkan mengapa Chris memisahkan diri dari kedua orang tuanya yang kaya
raya cukup apik.
Hal-hal yang dialami Chris sepanjang perjalanan cukup menarik,
berteman dengan Wayne Westerberg, seorang pengelola peternakan di South Dakota,
berkendara ke meksiko dalam sebuat trailer "rubbertramps" bersama Jan
dan Rainey, mengalami sebuah roman tak selesai dengan gadis di bawah umur,
Tracy, bersahabat dan hampir diangkat menjadi anak oleh Ron Franz. Terakhir,
pergi ke padang liar Alaska, bertahan empat bulan isolasi, sampai tubuh
kelaparan nya ditemukan dalam sebuah bus ditinggalkan. Hal yang menyentuh saat
dia sadar di hampir meninggalnya, dia berkata, "I need your help. I am
injured, near death, and too weak to hike out of here. I am all alone, this is
no joke."
Kesalahan tidak membuat Chris unik, keberaniannya.
Melalui
film ini, keberanian itu masih ada.
Kamis, 26 Juni 2014
Lalu..
Lalu..
Dinginlah tangan, hati, dan tulang
dan dinginlah tidur di bawah batu dan ilalang
lagi dan lagi terbangun di ranjang batu
sampai matahari lenyap dan bulan mati membisu,
Di dalam angin hitam, bintang-bintang kan mati
membiarkan mereka berbaring di sana, di atas emas murni
disertai makhluk kegelapan mengayunkan tangan
di atas lautan mati dan tanah layu tak bertuan
Lalu..
Hangatlah seluruh tubuh hingga pelosok jiwa
dan hangatlah tidur di atas dan di balik tanah liat
kesekian kali terbangun berbantalkan kapuk bahkan lebih
hingga sangkakala dibunyikan dan seluruhnya tiada
Di dalam angin putih, kalbu-kalbu menjadi penerang
membiarkan mereka berbaring di sana, di atas iman Islam
sampai Penguasa Semesta Alam mengulurkan tangannya
sungai-sungai dengan susu di dalamnya menjadi tujuan
Dinginlah tangan, hati, dan tulang
dan dinginlah tidur di bawah batu dan ilalang
lagi dan lagi terbangun di ranjang batu
sampai matahari lenyap dan bulan mati membisu,
Di dalam angin hitam, bintang-bintang kan mati
membiarkan mereka berbaring di sana, di atas emas murni
disertai makhluk kegelapan mengayunkan tangan
di atas lautan mati dan tanah layu tak bertuan
Lalu..
Hangatlah seluruh tubuh hingga pelosok jiwa
dan hangatlah tidur di atas dan di balik tanah liat
kesekian kali terbangun berbantalkan kapuk bahkan lebih
hingga sangkakala dibunyikan dan seluruhnya tiada
Di dalam angin putih, kalbu-kalbu menjadi penerang
membiarkan mereka berbaring di sana, di atas iman Islam
sampai Penguasa Semesta Alam mengulurkan tangannya
sungai-sungai dengan susu di dalamnya menjadi tujuan
Senin, 23 Juni 2014
Aku Duduk Memikirkan
Di dalam keremangan, aku duduk memikirkan
segala hal yang pernah kulihat,
ilalang-ilalang pada sabana dan ngengat-ngengat yang beterbangan
di musim kemarau yang telah lewat
Dedaunan segar menahan bulir embun
di musim hujan yang telah berlalu,
bersama kabut pagi dan cahaya matahari
serta angin yang bertiup di rambutku
Di dalam keremangan, aku duduk memikirkan
tentang apa jadinya dunia ini
bila hanya ada musim kemarau
tanpa disusul musim hujan
Karena masih sangat banyak
Hal-hal yang belum sempat kukagumi
di setiap hutan dalam setiap pendakian
ada warna hijau yang berbeda tuk dinikmati
Di dalam keremangan, aku duduk memikirkan
orang-orang di zaman dahulu,
dan orang-orang yang akan melihat dunia
yang aku sendiri takkan pernah tahu
Tapi sementara aku duduk berpikir
tentang masa-masa yang telah berlalu,
kupasang telinga mendengarkan langkah kaki
dan suara-suara di depan pintu
segala hal yang pernah kulihat,
ilalang-ilalang pada sabana dan ngengat-ngengat yang beterbangan
di musim kemarau yang telah lewat
Dedaunan segar menahan bulir embun
di musim hujan yang telah berlalu,
bersama kabut pagi dan cahaya matahari
serta angin yang bertiup di rambutku
Di dalam keremangan, aku duduk memikirkan
tentang apa jadinya dunia ini
bila hanya ada musim kemarau
tanpa disusul musim hujan
Karena masih sangat banyak
Hal-hal yang belum sempat kukagumi
di setiap hutan dalam setiap pendakian
ada warna hijau yang berbeda tuk dinikmati
Di dalam keremangan, aku duduk memikirkan
orang-orang di zaman dahulu,
dan orang-orang yang akan melihat dunia
yang aku sendiri takkan pernah tahu
Tapi sementara aku duduk berpikir
tentang masa-masa yang telah berlalu,
kupasang telinga mendengarkan langkah kaki
dan suara-suara di depan pintu
Selasa, 25 Februari 2014
One Day One Juz
Dewasa ini, lahir sebuah gerakan yang mempersatukan dan menyulut semangat membaca Al-Quran, satu hari sebanyak satu juz setiap orang. Gerakan yang mampu memintal ikatan persaudaraan yang baru, menambah pengalaman dalam keberagaman sudut pandang, dan tentu saja memberikan sensasi petualangan baru yang insya Allah bermanfaat bagi dunia dan akhirat. -Rifqi Ahmad Riyanto-
Saat itu, gw benar-benar dalam keadaan futur. Sudah tiga bulan lamanya halaqah tidak lancar. Futur ini sesungguhnya futur yang dibuat sendiri. Gw fikir seharusnya gw bisa keluar dari keadaan futur itu dengan mudahnya. Entah, setan lebih memiliki bargaining position mungkin saat itu, sehinga dengan mudahnya gw terombang-ambing. Tahu itu salah dan dosa, tapi masih dilakukan. Tahu itu benar dan berpahala, tapi enggan untuk melakukan. Ajakan-ajakan kebaikan seringkali terpinggirkan..
Dari situ gw mulai berpikir bahwa gw butuh berada di lingkungan yang baik dan senantiasa bisa mengingatkan gw. Pernah ga, punya kawan yang dengan kehadirannya saja buat kita malu dan enggan berbuat dosa? Padahal, dia tak berkata apa-apa, tapi dia hanya menghadirkan raganya yang berada dalam radius dekat..
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Gw mendengar ada sebuah gerakan yang mantap, One Day One Juz namanya. Dari namanya kan berarti dalam satu hari kita bakal baca Al-Qur'an satu hari satu juz. Mantap bukan. Gw ga pikir panjang, gw langsung daftar buat ikutan. Setelah daftar maka akan ada dua cara untuk bergabung dalam ODOJ. Cara pertama, orang-orang yang daftar akan dikumpulkan hingga genap 30 orang, barulah dibuatkan grupnya dengan satu orang sebagai admin. Cara kedua, kita akan dimasukkan ke grup yang sudah ada menggantikan orang yang memutuskan untuk keluar dari grup. Itu hasil analisis gw sii, gatau yang benernya gimana. Hhe.. Dan gw masuk ODOJ dengan cara yang kedua. Menggantikan entah siapa sebelum gw. Hhe..
Hari ini genap satu bulan gw ikut gerakan ODOJ, masuk ke grup 13. Disini apa ya, gw merasa gw punya banyak teman dalam melakukan kebaikan, merasa ada yang mengingatkan. Secara nyata, benar-benar "memaksa" gw untuk membaca Al-Qur'an satu hari satu juz. Ada perasaan tak mau kalah saat ada kawan satu grup yang tiba-tiba bilang "Alhamdullah ane juz sekian kholas.." yang lalu diikuti yang lainnya. Fastabiqul Khairat benar-benar sangat terasa. Ya tentunya saat gw belum kholas, gw suka ngerasa malu, yang lain aja pada bisa, kenapa kita ga.. (Langsung inget ini masih utang 2 juz.. -.-")
Persahabatan? Jangan ditanya. Tak ada ikatan yang lebih kuat dari ukhuwah Islamiyah. Ingin tahu? Coba deh daftar ODOJ. Hhe..
Yah intinya ODOJ ini merupakan salah satu sarana mendekatkan kita dengan Allah SWT. Sesungguhnya masih banyak cara-cara lainnya. Karena cara ini cocok untuk gw, ya gw ikutin. Yang penting, yuk sesering mungkin membersamai Al-Qur'an, wherever, whenever..
Al-Qur'an itu terlalu mulia kawan..
Terlalu mulia jika disandingkan dengan kesibukan kita..
Sungguh, meski Al-Qur'an tak kita baca, tak kita hafalkan, tak kita amalkan..
Al-Qur'an sama sekali tak merugi, tak terhinakan sama sekali..
Hey, tapi lihat..
Lihat siapa nanti yang kelak akan menangis tersedu..
Meraung-raung meminta dikembalikan dalam keadaan semula agar memiliki kesempatan untuk membersamai Al-Qur'an..
Bermesraan dengan Al-Qur'an..
Benar-benar menjadikannya sahabat..
(Renungan untuk diri sendiri tentunya)
Yuk, mari kita bermujadalah lagi..
Kuatkan azzam lagi..
Semangat sukses mulia dunia akhirat..
Langganan:
Postingan (Atom)





