Minggu, 17 Agustus 2014

Can I Say and the Three Latest Movies

CanISay adalah sebuah digital magz yang Ka Reza dan teman-teman (termasuk saya) kembangkan. Terakhir kali itu kami publish CanISay Edisi 13. Nah, sudah lama kami tidak publish lagi, karena kesibukan masing-masing yang sudah memasuki dunia kerja. Jadi terpisah gitu. Tapi kemarin ini Ka Reza menginisiasi lagi untuk publish edisi selanjutnya, yakni Edisi 14. Dari situ timbul keyakinan, bahwa walaupun kita terpisah, CanISay tetap bisa publish. Hhe..


Di Edisi ke-14 nantinya, saya dapat tugas mengelola kolom Three Latest Movies. Tapi saya lupa gitu formatnya, seharusnya lihat format yang edisi sebelumnya sii. Yapu sudahlah, jadilah saya sudah terlanjur membuat tiga review film yang terakhir saya saksikan. Hhe..

Review yang saya buat lumayan juga kan buat ngisi blog saya sendiri. Hhe.. Berikut reviewnya. Selamat membaca.. ^^

The Art of Getting By (2011)

Entah ada kerasukan apa, seketika saya mengunduh hampir semua film yang dibintangi Emma Roberts. Mungkin karena saya senang melihat dia di film We’re Millers. Cantik-cantik imut lucu gitu. Hhe.. Dan Film inilah yang langsung saya tonton setelah saya mengunduhnya..

Setelah saya selesai menonton Film ini. Kesan pertama saya adalah hambar dan mengecewakan. Datang dengan kisah percintaan remaja, film ini sederhananya memohon para penonton untuk tidak terlalu serius menyaksikannya.

Film ini diaktori oleh Freddie Highmore, aktor yang pernah bermain sebagai Peter Llewelyn Davies di Film Finding Neverland. Di film The Art of Getting By ini dia bermain sebagai George, seorang remaja fatalistik yang akan lulus sekolah menengah atas di New York, meskipun dia berlum pernah mengerjakan tugas satu pun selama sekolahnya.

Dalam film ini, saya rasa peran George dimaksudkan sebagai seorang remaja yang depresi. Tapi Fred Highmore sepertinya tidak memiliki kemampuan untuk membuat penontonnya percaya bahwa peran George sedang mengalami depresi. Jika saya tidak bisa percaya bahwa peran George sedang tertekan, saya harus percaya bahwa dia pemalas. Lalu, apa yang menarik dan baru tentang seorang remaja pemalas?

George dipasangkan dengan seorang gadis bernama Sally, tokoh yang dimaksudkan tampak bahagia yang diperankan oleh Emma Roberts. George, di tengah perjalanannya mulai dibimbing oleh seorang seniman muda yang sukses, diperankan oleh Michael Angarano. Jika saya tidak langsung dengan serta merta melihat cinta segitiganya, mungkin film ini akan saya nikmati.

Film ini berusaha menciptakan sebuah dunia sekolah yang menempatkan semua karakter remajanya seperti remaja pada umumnya. Mereka pergi ke klub dan dansa selama malam perayaan Tahun Baru dan jika salah satu karakter harus bicara agak serius, mereka pergi ke bar, dan minum bir seperti film-film remaja lainnya. Terlepas dari kenyataan yang seharusnya, buat saya, mereka semua terlihat seperti anak kecil yang rasanya aneh melakukan rutinitas itu.

Untuk film ini, saya ingin mengacungkan jempol saya, tapi jempol saya sakit. Jadi?

Pride & Prejudice (2005)

Waktu itu saya sedang ingin nonton film ber-genre drama. Setelah mengintip HD Eksternal, ditemukanlah film ini. Ini pendapat saya:

Ceritanya cukup sederhana. Mr dan Mrs Bennet adalah orang tua dari lima anak. Semua anaknya wanita dan berusia pertengahan belasan hingga pertengahan dua puluhan. Pada saat itu, hukum di Inggris tidak membolehkan wanita mewarisi harta dari orang tuanya. Sehingga ketika Mr Bennet meninggal misalnya, anak-anak perempuannya akan menjadi tunawisma, kecuali mereka sudah menikah dengan suami yang akan memberikan kehidupan kepada mereka.

Mr Bingley dan Mr Darcy tiba di kota tempat keluarga Mr Bennet tinggal. Keduanya sangat kaya raya, sehingga Mrs Bennet melihat kesempatan untuk kedua anak perempuan tertuanya. Tapi tentu saja, perjalanan cinta sejati tidak akan pernah berjalan lancar seperti dalam cerita cinta lainnya hingga akhirnya happily ever after.

Saya sangat tertarik dengan karakter Elizabeth Bennet dalam film ini, karakter wanita klasik asyik. Peran ini dimainkan oleh Keira Knightley, yang menurut saya dimainkan sangat baik. Aksen mewah dan agak-agak flirty, dan dialog yang keluar dari lidahnya itu sedemikian rupa sehingga membuat saya ingin mendengarkan dengan seksama aksen British-nya.

Matthew Macfadyen yang memerankan karakter Mr Darcy juga oke. Dia sukses berperan sebagai pria Inggris romantis, penuh gairah, kompeten, dan berlidah kaku saat berbicara dengan wanita yang dicintainya.
Donald Sutherland pun melakukan pekerjaan yang sangat baik sebagai Mr Bennet, pria tunggal di sebuah rumah dengan enam perempuan. Adegan terakhirnya dengan Elizabeth menurut saya cukup menyentuh. Brenda Blethyn memainkan Mrs Bennet dengan keterampilan yang sama. Sebagai ibu yang aktif mencarikan suami untuk anak-anaknya, dia sukses membuat saya tertawa dan ingin sekali menamparnya pada saat yang sama.

Kesimpulan saya, Film ini adalah film dengan cerita yang sederhana namun dikemas dengan sangat baik. Film yang romantis klasik asyik. Dan saya tentunya selalu senang ketika sebuah film melebihi harapan saya, karena begitu banyak film yang malah cenderung melakukan sebaliknya. Bagi yang belum menontonnya, tontonlah, anda akan menemukan banyak hal untuk menikmati.

In to the Wild (2007)

Sean Penn, sutradara, menurut saya telah berhasil membuat salah satu film terbaik di dunia. Film ini diangkat dari bukunya Jon Krakauer. Dalam bukunya, Jon Krakauer menceritakan kisah nyata dari Chris McCandless, seorang lulusan Emory University yang berjalan ke padang liar Alaska pada tahun 1992 untuk menemukan jati dirinya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan hidup. Di akhir film ini saya ikut berkabung kepada Chris akan tragedi dan kesalahan penilaiannya, sekaligus juga salut akan perjalanannya dan semangat pencarian dirinya. Ini indah, film ini indah, film ini mengambil sepotong hati saya.

Emile Hirsch yang memerankan Chris McCandless terlihat begitu menghayati perannya. Selama dua jam dan dua puluh lima menit film ini, Hirsch memberikan segalanya, kedalaman karakter yang menakjubkan. Setelah saya cari tahu, ternyata Penn sang sutradara bersikeras untuk melakukan pengambilan gambar di lokasi yang sama dengan perjalanan Chris yang lebih dari dua tahun.

Di awal perjalanan, Chris membakar lisensi dan kartu kreditnya, membuang tabungan $24.000 dan berangkat untuk mencari tempatnya, di dunia tanpa peta. Narasi dari adik Chris, Carine yang diperankan Jena Malone untuk mengungkapkan mengapa Chris memisahkan diri dari kedua orang tuanya yang kaya raya cukup apik.

Hal-hal yang dialami Chris sepanjang perjalanan cukup menarik, berteman dengan Wayne Westerberg, seorang pengelola peternakan di South Dakota, berkendara ke meksiko dalam sebuat trailer "rubbertramps" bersama Jan dan Rainey, mengalami sebuah roman tak selesai dengan gadis di bawah umur, Tracy, bersahabat dan hampir diangkat menjadi anak oleh Ron Franz. Terakhir, pergi ke padang liar Alaska, bertahan empat bulan isolasi, sampai tubuh kelaparan nya ditemukan dalam sebuah bus ditinggalkan. Hal yang menyentuh saat dia sadar di hampir meninggalnya, dia berkata, "I need your help. I am injured, near death, and too weak to hike out of here. I am all alone, this is no joke."

Kesalahan tidak membuat Chris unik, keberaniannya.
Melalui film ini, keberanian itu masih ada.

Kamis, 26 Juni 2014

Lalu..

Lalu..
Dinginlah tangan, hati, dan tulang
dan dinginlah tidur di bawah batu dan ilalang
lagi dan lagi terbangun di ranjang batu
sampai matahari lenyap dan bulan mati membisu,
Di dalam angin hitam, bintang-bintang kan mati
membiarkan mereka berbaring di sana, di atas emas murni
disertai makhluk kegelapan mengayunkan tangan
di atas lautan mati dan tanah layu tak bertuan

Lalu..
Hangatlah seluruh tubuh hingga pelosok jiwa
dan hangatlah tidur di atas dan di balik tanah liat
kesekian kali terbangun berbantalkan kapuk bahkan lebih
hingga sangkakala dibunyikan dan seluruhnya tiada
Di dalam angin putih, kalbu-kalbu menjadi penerang
membiarkan mereka berbaring di sana, di atas iman Islam
sampai Penguasa Semesta Alam mengulurkan tangannya
sungai-sungai dengan susu di dalamnya menjadi tujuan

Senin, 23 Juni 2014

Aku Duduk Memikirkan

Di dalam keremangan, aku duduk memikirkan
segala hal yang pernah kulihat,
ilalang-ilalang pada sabana dan ngengat-ngengat yang beterbangan
di musim kemarau yang telah lewat

Dedaunan segar menahan bulir embun
di musim hujan yang telah berlalu,
bersama kabut pagi dan cahaya matahari
serta angin yang bertiup di rambutku

Di dalam keremangan, aku duduk memikirkan
tentang apa jadinya dunia ini
bila hanya ada musim kemarau
tanpa disusul musim hujan

Karena masih sangat banyak
Hal-hal yang belum sempat kukagumi
di setiap hutan dalam setiap pendakian
ada warna hijau yang berbeda tuk dinikmati

Di dalam keremangan, aku duduk memikirkan
orang-orang di zaman dahulu,
dan orang-orang yang akan melihat dunia
yang aku sendiri takkan pernah tahu

Tapi sementara aku duduk berpikir
tentang masa-masa yang telah berlalu,
kupasang telinga mendengarkan langkah kaki
dan suara-suara di depan pintu

Selasa, 25 Februari 2014

One Day One Juz

Dewasa ini, lahir sebuah gerakan yang mempersatukan dan menyulut semangat membaca Al-Quran, satu hari sebanyak satu juz setiap orang. Gerakan yang mampu memintal ikatan persaudaraan yang baru, menambah pengalaman dalam keberagaman sudut pandang, dan tentu saja memberikan sensasi petualangan baru yang insya Allah bermanfaat bagi dunia dan akhirat. -Rifqi Ahmad Riyanto-


Saat itu, gw benar-benar dalam keadaan futur. Sudah tiga bulan lamanya halaqah tidak lancar. Futur ini sesungguhnya futur yang dibuat sendiri. Gw fikir seharusnya gw bisa keluar dari keadaan futur itu dengan mudahnya. Entah, setan lebih memiliki bargaining position mungkin saat itu, sehinga dengan mudahnya gw terombang-ambing. Tahu itu salah dan dosa, tapi masih dilakukan. Tahu itu benar dan berpahala, tapi enggan untuk melakukan. Ajakan-ajakan kebaikan seringkali terpinggirkan..

Dari situ gw mulai berpikir bahwa gw butuh berada di lingkungan yang baik dan senantiasa bisa mengingatkan gw. Pernah ga, punya kawan yang dengan kehadirannya saja buat kita malu dan enggan berbuat dosa? Padahal, dia tak berkata apa-apa, tapi dia hanya menghadirkan raganya yang berada dalam radius dekat..

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Gw mendengar ada sebuah gerakan yang mantap, One Day One Juz namanya. Dari namanya kan berarti dalam satu hari kita bakal baca Al-Qur'an satu hari satu juz. Mantap bukan. Gw ga pikir panjang, gw langsung daftar buat ikutan. Setelah daftar maka akan ada dua cara untuk bergabung dalam ODOJ. Cara pertama, orang-orang yang daftar akan dikumpulkan hingga genap 30 orang, barulah dibuatkan grupnya dengan satu orang sebagai admin. Cara kedua, kita akan dimasukkan ke grup yang sudah ada menggantikan orang yang memutuskan untuk keluar dari grup. Itu hasil analisis gw sii, gatau yang benernya gimana. Hhe.. Dan gw masuk ODOJ dengan cara yang kedua. Menggantikan entah siapa sebelum gw. Hhe..

Hari ini genap satu bulan gw ikut gerakan ODOJ, masuk ke grup 13. Disini apa ya, gw merasa gw punya banyak teman dalam melakukan kebaikan, merasa ada yang mengingatkan. Secara nyata, benar-benar "memaksa" gw untuk membaca Al-Qur'an satu hari satu juz. Ada perasaan tak mau kalah saat ada kawan satu grup yang tiba-tiba bilang "Alhamdullah ane juz sekian kholas.." yang lalu diikuti yang lainnya. Fastabiqul Khairat benar-benar sangat terasa. Ya tentunya saat gw belum kholas, gw suka ngerasa malu, yang lain aja pada bisa, kenapa kita ga.. (Langsung inget ini masih utang 2 juz.. -.-")

Persahabatan? Jangan ditanya. Tak ada ikatan yang lebih kuat dari ukhuwah Islamiyah. Ingin tahu? Coba deh daftar ODOJ. Hhe..

Yah intinya ODOJ ini merupakan salah satu sarana mendekatkan kita dengan Allah SWT. Sesungguhnya masih banyak cara-cara lainnya. Karena cara ini cocok untuk gw, ya gw ikutin. Yang penting, yuk sesering mungkin membersamai Al-Qur'an, wherever, whenever..

Al-Qur'an itu terlalu mulia kawan..
Terlalu mulia jika disandingkan dengan kesibukan kita..
Sungguh, meski Al-Qur'an tak kita baca, tak kita hafalkan, tak kita amalkan..
Al-Qur'an sama sekali tak merugi, tak terhinakan sama sekali..
Hey, tapi lihat..
Lihat siapa nanti yang kelak akan menangis tersedu..
Meraung-raung meminta dikembalikan dalam keadaan semula agar memiliki kesempatan untuk membersamai Al-Qur'an..
Bermesraan dengan Al-Qur'an..
Benar-benar menjadikannya sahabat..
(Renungan untuk diri sendiri tentunya)


Yuk, mari kita bermujadalah lagi..
Kuatkan azzam lagi..
Semangat sukses mulia dunia akhirat..

Kamis, 06 Februari 2014

Kangen Melingkar..

Beberapa bulan terakhir ini kelompok liqa gw agak ga sehat. Kenapa ya, mungkin karena mutarabbinya pada bandel-bandel, dengan mudahnya bisa izin gitu aja, sok sibuk macam gw. Imbasnya, pada setiap liqa, yang hadir hanya dua sampai tiga orang dari total tujuh orang, miris. Dari situ, jadwal liqa jadi tidak menentu, kadang dua minggu sekali, bahkan sebulan sekali. Tak ada yang perlu disalahkan gw rasa, jadi bahan intropeksi masing-masing..

Gw akui selama ketidaksehatan itu, hidup gw rada hampa. Bisikan setan rasanya bisa lebih beradu argumen dengan kebaikan hati. Mungkin karena hati ini kurang disiram. Dulu, setiap minggunya ada yang mengingatkan ibadah yaumiah. Sudah berapa lembar Tadarusnya minggu ini? Sudah berapa kali bolong Shalat Duha dan Shalat Tahajudnya? Sudah berapa banyak berbuat baik kepada orang tua? Sudah tambah berapa ayat hafalannya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sesungguhnya tidak selalu diucapkan secara zahir. Tapi setiap pertemuan dan memandang wajah-wajah basah terkena air wudhu itu, selalu membuat gw berpikir..

Ya, gw kangen melingkar kembali..

Angin segar itu muncul. Semangat-semangat itu muncul kembali. Ada panggilan rutin dua minggu ini dan tambahan personil baru yang katanya usianya lebih tua dari kita. Dua minggu kemarin tak bisa hadir, karena harus menginap di kantor. Hiks..

Inshaa Allah minggu ini merapat..

Gw kangen melingkar kembali..

Jumat, 20 Desember 2013

Gw dan Kacamata

Yupz kacamata..
Gw punya cerita unik gw sendiri bersama kacamata..

Kacamata gw saat ini..


Gw mulai berteman baik dengan kacamata semenjak sekolah menengah atas yang gw agak lupa kelas berapa tepatnya. Gw baru menyadari ada kelainan di mata gw ini ketika gw bener-bener sadar bahwa gw gabisa ngeliat dengan jelas tulisan guru-guru gw di papan tulis. Mungkin itu salah satu penyebab bahwa gw sering ga merhatiin guru gw di kelas. Bukan apa-apa, ya ga keliatan.. -.-"

Menurut pemikiran gw, ini mata bisa kaya gini karena gw sering banget nonton tv sambil tiduran, baca buku sambil tiduran, dan main game berjam-jam. Jangan ditiru ya saudara-saudara untuk matanya yang masih normal..

Waktu pertama kali gw pake kacamata, mata gw itu minus dua men. Tapi entah kenapa sekarang mata gw jadi minus satu koma lima. Padahal nih ya, intensitas gw di depan notebook jauh jauh jauh lebih banyak. Secara, kuliah gw di ilmu komputer dan sekaramg gw kerja di ranah IT. Rencana Allah siapa yang tau..

Nah, yang jadi masalah gini.. Gw itu orangnya sequencial konkret. Mengerjakan sesuatu dari A-Z, bukan dari Z-A. Artinya, cari berpikir gw bertahap gitu. Itu kata buku yang jelasin gaya belajar seseorang sii. Nah, yang gw pikirin biasanya hal-hal major yang pada akhirnya gw suka lupa sama hal-hal minor. Maka jangan heran kalau seisi rumah bisa heboh bantuin gw nyari: HP, dompet, kunci motor, dan kacamata. Kalau hal itu terjadi, nyokap gw pasti ngomong "angger..". Ya begitulah..

Hal yang paling kocak, gw pernah pergi ke sekolah, dan tau gw lupa bawa apa. Ya, gw lupa bawa tas sekolah gw. Zzzzz banget. Dan bodohnya, hal itu pernah terulang juga waktu gw kuliah. Dan buoduohnya, gw juga pernah waktu ke tempat makan, pas mau pulang, gw udah bersiap di parkiran, ada pelayan tempat makannya yang lari-lari ke arah gw, tz dia ngomong, "Mas, tasnya ketinggalan.."
Astaghfirullah.. Ya, itu parah banget, pelupa sama hal kecil akut, stadium entah berapa..

Apa hubungannya sama kacamata?

Kacamata yang fotonya ada di atas, itu adalah kacamata ke-17 gw semenjak memasuki bangku kuliah. Itu belum termasuk SMA, karena gw ga sempat ngitungin. Sedih banget memang kalau dipikir-dipikir jumlah uang yang dikeluarkan untuk kacamata-kacamata gw. Kebanyakan beli sendiri gitu, nabung, soalnya orang tua udah jengah nampaknya harus beliin kacamata baru terus. Hhe..

Macam-macam penyebab berganti kacamata yang menghiasi mata gw. Ada yang patah karena ga sengaja gw dudukin gegara gw taruh asal dimana aja. Ada yang pas lagi wudhu di masjid entah dimana, lalu gw lepas kacamatanya, dan barus sadar lagi di rumah bahwa kacamata gw ketinggalan. Ada yang ketinggalan di lab rasa-rasanya, lalu pas ditanyakan ke petugas labnya kacamatanya tak ada. Ada yang patah waktu gw caving, semacam kepeleset gitu, kacamata gw kelempar dan ya begitulah. Ada yang lupa naro juga waktu gw santai-santai pas daki gunung, Dan hal-hal aneh lainnya. Hhe..

Tapi ya, hal positifnya, gw jadi akrab gitu sama tukang kacamatanya, semacam bro gitu. Hha.. Yah, gw hanya berharap, kacamata ke-17 gw ini bakal awet lamaaaaa. Amiin ya Allah..

Senin, 09 Desember 2013

SKL Yeaaaaah..

2 Desember 2013, akhirnya megang SKL..

Terima kasih ya Allah.. Terima kasih berbentuk syukur, yang insya Allah tidak kufur..
Terima kasih yang pertama tentunya untuk-Mu..

"Identifikasi DNA Bakteri Menggunakan Metode Ekstraksi Ciri Rantai Markov dengan Probabilistic Neural Network Sebagai Classifier"

SKL Yeah..


Gw seneng banget waktu pada akhirnya gw megang SKL (Surat Keterangan Lulus). Asli. Gw rasa setiap mahasiswa yang bener-bener mahasiswa bakal ngerasain hal yang sama dengan gw saat akhirnya mencapai finish seperti ini. Sudah jadi cerita umum bukan bahwa setiap mahasiswa memiliki ceritanya masing-masing yang berhubungan dengan tugas akhirnya. Yupz, dalam cerita gw pun begitu, gw terlalu banyak merepotkan orang lain, sungguh. So, gw mau ngucapin makasih sebanyak-banyaknya untuk orang-orang yang udah gw repotin.. dan maaf tentunya..

Papa
Teruntuk bokap gw yang selalu jadi role model bwt gw, how to become a great man. Beliau yang selalu meledak-ledak semangatnya ga bosen-bosennya nanyain progres skripsi gw. "Fi, udah sampai mana skripsinya?". Terkadang agak muak ditanya itu hampir setiap malam saat kami berbincang di ruang keluarga. Tapi sesungguhnya pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang dan sukses jadi alarm bahwa ada tugas yang harus segera diselesaikan. Terima kasih pa, I will surpass you..

Mama
Teruntuk nyokap gw yang kasih sayangnya selalu mengucur deras dengan caranya. Nyokap gw ini suka nanya-nanya, "Aa, skripsinya ngerjain apa? Terus ngapain aja?". Pertanyaan ini tentunya gw jawab dengan lengkap yang sukses ngebuat dia bertanda tanya banyak. Hha.. Gw tau niat nyokap gw nanya-nanya ini untuk menjaga semangat gw. Aah, suka terharu kalau diingat-ingat. Terima kasih atas doanya dalam setiap sujudmu ma.. Love you..

Ade gw, Nida (@nidanurulfitri)
Ade gw, partner in crime. Hha.. Saat masa-masa pengerjaan skripsi, Levii (laptop gw) sempat bermasalah VGA-nya yang menyebabkan dia sering banget mengalami black screen. Untungnya ade gw dengan senang hati meminjamkan netbook-nya. Alhasil, selama sebulan setengah gw bajak netbook-nya, serasa milik sendiri gitu. Namun sungguh, gw baru pertama kali ngerasain ngoding di netbook, rasanya janggal. Hha.. But thanks sis, skripsi gw lahir dari netbook-mu lho. Hi-five..

Toto Haryanto, S.Kom, M.Si
Pembimbing pertama gw yang gw rasa sabar banget menghadapi anak bimbingannya yang satu ini. Gw ga pernah ngerasain macam cerita mahasiswa tingkat akhir lain yang katanya suka susah ketemu pembimbingnya. Gw tuh kebalik, malah dosen gw yang nyariin gw mulu. Hhe.. Maklum, gw sempet ngilang dari peredaran beliau sekitar dua bulan karena ngerjain projek di tempat lain. Tapi sungguh, gw beruntung banget bisa belajar di bawah bimbingan beliau. Skripsi gw tembus ke prosiding nasional-lah berkat bimbingan beliau. Pengalaman berharga. Terima kasih tak terhingga pak..

Habib Rijzaani, M.Si
Pembimbing kedua gw, peneliti di BB Biogen. Gw bener-bener nambah ilmu, sungguh. Gimana ga, gw dikenalin sama komputer-komputer canggih yang bentukannya kaya yang ada di film-film gitu. Beliau ini ahli bioinformatika, tapi kemampuan komputernya jauh di atas rata-rata. Jadi suka malu sendiri gitu yang notabene gw adalah mahasiswa departemen ilmu komputer. Setiap gw main ke rumahnya, semangat selalu bertambah. Beliau dan istrinya selalu menyemangati gw untuk sekolah di luar, memberikan advice-advice yang ga biasa untuk menjalani hidup. How cool..

Dofactora Rocky Megabuana Iskandar (@dofactora)
Sobat yang paling sobat. Cara pandangnya sebelas dua belas sama gw. Di saat masa galau atau masa senang dalam proses pengerjaan skripsi gw, dia ada bareng gw men. Asyik. Hha.. Dia selangkah lebih maju gitu dari gw, semuanya serba duluan hingga akhirnya lulus. Dia selalu mengingatkan dengan caranya. Frontal gitu. Tapi surely, itu sukses. Thanks bro.. Saling mendoakan yooo..

Muhammad Noor Amrizal Rifa'i (@amrialrifai)
Sobat gw dari bocah sampe sekarang. Lu guru spiritual gw yam. Hhe.. Laptopnya dia kalo lagi weekend gw pinjem gitu semaleman bwt running data skripsi, mencari secercah sensitivity dan specificity hasil dari analisis. Maaf ya bro mengganggu waktu main DOTA-nya. Sekali lagi, thanks.. Sukses skripsi lu nanti, kalau butuh bantuan, ketok rumah sebelah aja..

Aryo Aliyudanto Sunaryo (@aryoaliyudanto)
Kalau lu rasa lu ga berbuat apa-apa karena posisi lu jauh di Jogja. Itu salah men. Inget kan kita berempat (gw, lu, opak, ayam) suka berbincang ngalor ngidul ga jelas di warung kopi langganan. Di sela-sela ketakjelasan perbincangan itu ada asa dan harapan akan kesuksesan kita nantinya men. Gw selalu inget itu. Obrolan ringan yang meringankan jalan kesuksesan kita nantinya. Amiin..

Suci Ariyanti (@suciariyanti)
Dulu gw berpikir bahwa persahabatan antara cowo sama cewe itu ga ada men. Tapi setelah kenal sama lu. Itu ada men. Thanks udah nemenin gw ngerjain skripsi semaleman di McD Ciputat. Dari sehabis shalat taraweh sampe ke sahurnya lagi, asli itu kocak. Thanks atas chart hasil analisis dan terjemahan abstraknya. Sukses di Qatar National Bank-nya. Can't wait to hear your another story.. "The right track is do not do anything you shouldn't do" yang pernah lu sampaikan selalu teringat men..

Husnul Khotimah (@husnul_puncul)
Temen gw yang jeniusnya super. Orang kedua yang gw anggap pinter banget setelah ipank. Lulusan terbaik ilkom IPB angkatan gw. Makasii banget ya cul udah nawarin diri memperbanyak skripsi gw, selagi gw bingung kapan gw ngerjain itu semua. Alhasil semuanya bisa berjalan dengan lancar hingga munculya SKL gw. Sorry parah ngerepotinnya banyak. Gw gatau harus berkata apa. Thanks berat brooo..

Aditrian Rahim (@AditrianR)
Kalau bareng dia kerjaannya ketawa-ketawa mulu, mungkin karena kelakuan absurdnya itu yang sering kali menjurus. Bocah ini juga bersedia minjemin laptopnya yang lama men untuk gw pakai running data. Thanks brooo.. Project-project menanti kita. Hhe..

Rizkia Hanna Amalia (@nhahanna)
Temen sebimbingan yang sering banget ngingetin gw buat bimbingan di kala gw menghilang dari peredaran. Hhe.. Di saat gw mulai serius ngerjain skripsi, dia mah udah selesai sidang. Kocak emang hidup. Karena itulah, dia juga bersedia meminjamkan laptopnya ke gw. Buat apa? running data.. Yupz, banyak emang laptop yang gw pinjem. Biar cepet selesai gitu.. Thanks ya hanna..

Rindang Laras Suhita
Hmm.. Makasii banyak.. Udah mau repot-repot bulak-balik rektorat-LSI-Dept. Ilkom-Dekanat FMIPA hingga akhirnya SKL sudah di  tangan.. Makasii juga untuk semangatnya dan semua-muanya.. SKL Yeaaaaaah.. Cepet lulus juga ya. Hhe..

Yah, begitulah.. Gw banyak merepotkan orang lain dalam mendapatkan SKL ini. Masih banyak sebenarnya yang direpotkan, tapi bakal panjang banget nantinya ini tulisan. Sekali lagi terima kasih atas asa-asa yang diberikan. Sukses untuk kita semua..

Seminar: [lupa tanggal] Juli 2013
Sidang: [lupa tanggal] September2013
Lulus: 16 Oktober 2013
SKL di tangan: 2 Desember 2013
Wisuda: 19 Maret 2014

Gw jadi pengen nyanyi lagu Mocca.. Friends..

If anyone can fill my world with joy and happiness
And cast away all of my loneliness
Always there beside me when I am down
And never left my face with a frown

It's you! Yes, it is you my friend who can make it all come true
It's you! Yes, it is true a friend in need is a friend indeed

When you're around I wrap my self in a pearly smile
When you're around you light the bulb inside my head
When you're around I wrap my self in a pearly smile
When you're around I dance and sway and kiss the ground

No. wisude: 501. 19 Maret 2014..