Senin, 03 Agustus 2015

Thanks to MOCCA

Sudah hampir 3 bulan saya menikah. Alhamdulillah bahagia. Semoga Allah memberkahi keluarga kecil saya dan melahirkan generasi generasi terbaik pembentuk peradaban madani. Aamiin..

Hmm.. Mau sedikit flashback. Rasanya ketika mengingat saat itu ingin mengucapkan terima kasih kembali kepada Band favorit saya sepanjang masa (Mocca). Hhe.. dan sahabat saya juga tentunya, Dofactora Rocky Megabuana Iskandar.

Jadi begini, pernikahan saya itu dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Mei 2015. Dan luar biasanya acara tahunan SMA saya, yakni SMANSA DAY yang dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Mei 2015 menghadirkan guest star Mocca. Waw, semacam kado terindah buat saya. Hhe.. Mocca gitu dateng, dan pas satu hari setelah pernikahan saya. Namun tak dinyana, saya tak bisa hadir keesokan harinya ke SMANSA DAY. Karenaaaaa, ternyata resepsi pernikahan menghabiskan banyak energi  juga ya (Semoga lelahnya berkah). Hhe..

Tapi ada hal yang tak disangka-sangka. Dofactora, biasa dipanggil Opak, sahabat saya, karena dia menjadi Guest Star juga pada acara Mocca, mendapat kesempatan berada dalam satu ruangan dengan Mocca ketika menunggu giliran tampil. Alhasil, Opak meminta Mocca mengucapkan sepatah dua patah kata untuk pernikahan saya. Waw, terharu sekali...

Ini videonya:




Dear Opak, terima kasih banyak udah ngeluangin waktu buat nemuin Mocca dan untuk banyak kebaikan lainnya.

Dear Mocca, terima kasih ucapan dan doanya yaa. Di-Aamiin-kan banget.. ^^

Terima kasih sahabat. Yuhuuu, mari kita nyanyikan lagu Mocca yang berjudul:

Friend

If anyone can fill my world with joy and happiness
And cast away all of my loneliness
Always there beside me when I am down
And never left my face with a frown

It’s you! Yes, it is you my friend who can make it all come true
It’s you! Yes, it is true a friend in need is a friend indeed


When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around you light the bulb inside my head
When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around I dance and sway and kiss the ground

Sabtu, 13 Juni 2015

Menjadi Suami, Isteri, atau Ayah dan Ibu Seutuhnya

Diambil dari "Pilar-pilar Asasi", Ust. Rahmat Abdullah.

Banyak orang telah menjadi suami, isteri, atau ayah dan ibu sungguhan, padahal mereka baru menjadi ayah, ibu, suami atau isteri biologis. Sangat kasar kalau diistilahkan menjadi jantan, betina, atau induk dan biang, walaupun dalam banyak hal ternyata ada kesamaan. kalau hanya memberi makan dan minum kepada anak-anak: kambing, ayam, dan kerbau telah memerankan fungsi tersebut dengan sangat baik. Dan, isu sentral "pewarisan nilai-nilai kehidupan" dalam kehidupan mereka tak ada soal. Buktinya tak satupun anak ayam yang berkelakuan kerbau, atau anak kerbau berkelakuan belut, atau anak kambing berkelakuan serigala. Adalah suatu penyimpangan bahwa anak manusia bertingkah laku babi, serigala, harimau, atau musang.
Ya Allah, jadikanlah aku dan istriku.. Menjadi Suami Isteri dan Ayah Ibu seutuhnya untuk anak-anak kami.. Aamiin..

Kamis, 14 Mei 2015

Last Piece



Lagi asyik browsing tiba tiba ada teman yang mengabari bahwa Guest Star Closing SMANSA DAY 2015 adalah MOCCA. Waw, MOCCA is a band that I loved the most. Musik-musik mereka itu selalu bercerita.

Ada satu hal lagi yang membuatnya lebih spesial. Closing SMANSA DAY itu tanggal 17 Mei 2017, dan pernikahan saya itu tanggal 16 Mei 2015. Waw, kehadiran MOCCA di Closing SMANSA DAY menjadi salah satu kado pernikahan yang cool. ^^

Untuk calon istriku disana, perkenankan saya menyanyikan lagu ini.. ^^

MOCCA - Last Piece

There was a hole in my heart
It’s been there since the start
it was so empty and hollow
’til you came along

La la la la..You are the missing piece
La la la la..You are the missing piece

I was trapped in a maze
My mind was spinning around
I didn’t know how to solve this puzzle
and then you came along

La la la la..I guess you’re the last piece
La la la la..I guess you’re the last piece

I’m gonna lock my heart now
I am gonna lock my heart now
and throw away the key

La la la la..I guess you’re the last piece
La la la la..I guess you’re the last piece
La la la la..I guess you’re the last piece
La la la la..I guess you’re the last piece

Our Love Line

Waw, H-2.. Luar biasa.. ^^
Semoga ketika akad nanti  sedang dalam keimanan terbaik. Aamiin..

Hmm.. Sesungguhnya ini hanya untuk memenuhi postingan blog saja sii. Hhe..
Copy paste seutuhnya dari isi web pernikahan saya (fathimahluthfi.com) tentang proses pertemuan Saya dan Calon Istri..
Bismillah..

Gejala awal dari barakahnya sebuah pernikahan adalah kejujuran ruh, terjaganya proses dalam bingkai syariat, dan memudahkan diri. -SAF-

January 28

Berawal Dari...

Luthfi: Tiba-tiba ada WA dari Ica, "Mas Upay, jangan galau! Mau dikenalin sama temen Ica ga?". Nah, semua berawal dari kalimat tanya itu. Ternyata, 'Dia' yang mau Ica kenalkan ke saya, sungguh, saya ga tau siapa dia dan belum pernah ketemu sama sekali. Tapi entah, Allah menggerakkan hati saya untuk bilang, "Silahkan".
Fathimah: Ica (terketuk untuk) ngontak via LINE, "Faaa aku mau ngomong sesuatuuu hihi. Fafa lulus ini apakah ada niat untuk menjalani hubungan yang selayaknya menjadi kewajiban setiap umat Muslim? Tsah haha. Hmmm ada yang mau kenal sama Fafa, teman Ica, tapi mau serius gitu...". Masya Allah. Siapa diaaa?
January 29

Terpanggil

Fathimah: Rasanya hati ini semacam digerakkan oleh Allah, kemudian jemari dengan gemetar mantap mengetik, "Aku terpanggil nih Ca, kalau serius beliau langsung hubungi Abi aja...". Sebuah keputusan besar. Haphaphap bismillah..
Luthfi: Malam, Ica nge-WA saya, katanya 'Dia' terpanggil. Saya langsung deg-degan, ga percaya. Mama, ya Mama langsung saya ajak berbicara mengenai hal ini. Bismillah, bismillah, bismillah..
January 31

Pesan

Luthfi: Setelah menunaikan Shalat Zuhur di Masjid Agung Sukabumi, saya memberanikan diri menguhubungi Abi dari 'Dia' yang saya belum pernah temui sebelumnya. Meminta izin untuk memulai sebuah proses Ta'aruf. Niat dan Ketika..
Fathimah: Tik tok tik tok baru kali ini lho 1 hari berasa seabad *halah. Tepat pukul 2 siang pesan itu datang ke hp Abi, pesan yang ditunggu. Cuma bisa bilang alhamdulillah *kemudian air mata yang bicara* :")
February 1

The First Day We Met

Fathimah: Siang itu hujan deraaasss sekali, langit seperti tau cara untuk menambah rasa degdegan di hati :'D Pertemuan pertama yang ga diduga (olehnya). Sebelumnya berdoa yang terbaik untuk kedepannya. Semoga jadi awal yang baik. Allah, ridhailah..
Luthfi: Ini pertemuan pertama. Bersyukur, benar-benar bersyukur, diberikan kesempatan untuk bertemu dengannya dan juga keluarganya yang sungguh luar biasa. Hmmm.. Ini salah satu Rahasia Allah dalam mempertemukan hamba-hamba-Nya. Alhamdulillah..

February 8

The Next Meeting

Luthfi: Pertemuan ini penuh tawa canda. Di akhir, diberitahukan, kedua Murabbi kami sudah memberikan lampu hijau, orang tua dari 'Dia' pun sudah OKE. Selanjutnya, saya dan keluarga yang harus bergerak. Mari memantapkan hati, meluruskan niat..
Fathimah: Pertemuan yang menyenangkan, sambutan yang hangat, ah seperti berada di tengah-tengah keluarga sendiri :') Oiya, ini momen ketemu pertama sama (calon) keluarga. Ditemani juga sama Hasan sebagai Mahram. Semakin tenang dan yakin, insya Allah.

February 14

Khitbah

Fathimah: Khitbah ----- Awalnya cuma dikabarin mau silaturrahim. Ketika silaturrahim berujung khitbah aku merasaaa bersyukur dan terharu. Maka doa-doa terus melangit untuk kelancaran dan keberkahan sampai hari H akad nikah..
Luthfi: Awalnya hanya bersilaturrahim. Tapi siapa sangka endingnya menjadi khitbah. Ya, itu Doa. Doa itu, pergi membawa harap dan kembali membawa karunia. Mari berdoa..

March 21

Silaturrahim Antar Keluarga

Luthfi: Waw. Alhamdulillah, silaturrahim dua keluarga besar. Jadi lebih mengenal satu sama lain. Semoga 'Dia' yang disana berkenan dengan saya dan keluarga. Allah, berkahilah.. :)
Fathimah: Setelah khitbah kemarin rasanya kurang afdhal kalau belum ngariung sekeluarga besar. Alhamdulillah hari ini terlaksana silaturrahim dua keluarga besar. Sampai jumpa 16 Mei, insya Allah :)

And the Story still Goes on..........

Semoga berkah semoga berkah semoga berkah.. Aamiin..

Senin, 27 April 2015

My Wedding Site.. :)



Entah cuma ingin share aja Website pernikahan saya..
Semakin deg-degan.. 19 Hari lagi..
Bismillah..

Kindly visit:
fathimahluthfi.com

Selasa, 24 Maret 2015

Romantisme Itu

#Romantisme itu...
Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. "Sayang bangun, saatnya shalat." Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu' shalat dan munajat.

#Romantisme itu...
Ketika seorang istri mengatakan "Sebentar lagi adzan, Sayang." Lalu sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang dan itu lebih baik dari dunia dan seisinya.

#Romantisme itu...
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil berbisik mesra, "Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang, kami lebih sipa menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal."

#Romantisme itu...
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha, "Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu."

#Romantisme itu...
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta. "Apapun makanan di rumah makan, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu." Lalu sang istri pun membalasnya, "Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku."

#Romantisme itu...
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya.


Note:
Lima hari yang lalu saya mendapatkan pesan singkat melalui aplikasi whatsapp. Isi pesannya sungguh membuat saya terenyuh. Tulisan di atas lah isi pesannya. Entah ini tulisan siapa, saya hanya menuliskannya kembali. Semoga bermanfaat.
Terima kasih teruntuk Ummi yang sudah mengirimnya sebagai bekal untuk saya..

Sabtu, 28 Februari 2015

Ikatan yang Kuat

Ikatan apa yang kuat?

Ikatan Persahabatan.

Saya rasa setiap kita memiliki inner circle-nya masing-masing. Dan sungguh, jika memang manusia normal, rasanya tak mungkin ada orang yang sanggup hidup seorang diri. Karena apa? Ada kebaikan-kebaikan yang harusnya menjadi jamak.

Sahabat levelnya lebih tinggi dari teman, setidaknya menurut saya. Karena persahabatan muncul melalui proses. Bukan hanya buah dari persamaan, namun juga perbedaan. Klisenya, sahabat selalu ada dalam suka maupun duka. "Selalu ada dalam suka maupun duka" ini memang mencakup semuanya. Ah kalian pasti lebih faham mengenai hal ini daripada saya.

Mari kita tengok satu bait sajak dari Tere Liye tentang sahabat.
Sahabat baik seperti belajar naik sepeda
Walaupun lama tak bersua,
Jarak dan waktu memisahkan,
Saat bertemu kembali, tetap sama
Mungkin sedikit kaku di awalnya, tapi sama menyenangkan
Dan alhamdulillah-nya, saya memiliki sahabat-sahabat baik.. ^^


Lalu, Ikatan apa yang lebih kuat dari ikatan persahabatan?

Ikatan Ukhuwah,
Saya Perjelas: Ikatan Persahabatan yang dilandasi dengan ukhuwah (atas dasar iman)

Islam menjadikan persaudaraan dalam iman sebagai dasarnya. Sebuah keniscayaan bahwa ukhuwah islamiyah akan melahirkan rasa kesatuan dan menenangkan hati manusia. Dalam mencapai kenikmatan ukhuwah ini, setidaknya ada lima proses dalam pembentukannya, dimulai dari ta'aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta'awun (saling menolong), takaful (saling menanggung), dan itsar (mendahulukan orang lain atas diri sendiri).

Kita bisa bertanya pada Musa tentang makna persahabatan yang dilandasi dengan ukhuwah. Tentu dia memiliki seindah-indah jawaban. Setidaknya dari permohonannya kepada Allah, kita tahu bahwa Musa meminta kepada Allah agar Harun dijadikan penguat di sisinya, atas berbagai kelemahan yang dimilkinya. Ya, mengemban risalah dengan kesulitan-kesulitan diri seperti seorang Musa membuat sahabat menjadi hajat yang mendesak.
"Dan Allah mempersatukan hati para hamba beriman. Jikapun kau nafkahkan perbendaharaan bumi seluruhnya untuk mengikat hati mereka, takkan bisa kau himpunkan hati mereka. Tetapi Allah-lah yang telah menyatupadukan mereka..." (Q.s. Al-Anfaal [8]: 63)
Kalau kata Sayyid Quthb, "Aqidah ini memang ajaib! Ketika telah meresap dalam hati, ia akan menjadikan hati itu dipenuhi rasa cinta dan kasih sayang sesamanya. Yang keras beralih jadi lunak, yang liar menjadi jinak. Ia-ia berjalin kelindan di antara sesamnaya dengan jalinan yang kokoh, dalam, dan empuk."

Yupz, dalam dekapan ukuwah, kita bersaudara karena iman. Karena iman. Karena iman. Dengannya kita mengambil cinta dari langit, lalu menebarkannya di bumi.

Ustadz Salim A. Fillah ini memang selalu menginspirasi. Saya belajar mengenai ukhuwah dari buku beliau, "Dalam Dekapan Ukhuwah". Semoga pahala senantiasa mengalir untuk beliau.


Lalu, Ikatan apa yang lebih kuat dari ikatan ukhuwah?

Ikatan Pernikahan
Saya perjelas: Ikatan Pernikahan yang disana kita bersahabat berdasarkan ukhuwah

Setelah suatu saat nanti saya mengucapkan akad nikah, setelah menikmati detik demi detik penuh doa dalam walimah. Sesungguhnya nanti itu saya sudah mengambil dari diri saya sendiri sebuah perjanjian yang berat. Al-Qur'an menyebutnya miitsaqan ghaliizhaa, frasa yang muncul hanya tiga kali dalam Al-Qur'an. Kurang berat apa, dua miitsaqan ghaliizhaa yang lain adalah perjanjian besar Allah dengan Bani Israil sampai-sampai Ia mengangkat gunung Thursina ke atas mereka, dan juga perjanjian agung antara Allah dan Rasul-rasul-Nya.

Mengenai hal ini saya belum bisa berbicara banyak. Ya kan belum menikah. Hhe.. Hanya bisa mereka-mereka. Tapi saya yakin, ketika sebuah pernikahan yang didalamnya kedua pasangannya memulai persahabatan lalu mendasarkan semuanya atas nama Allah pastilah ikatan pernikahan itu akan dijadikan kuat, sekuat-kuatnya. Insya Allah, Amiin.

Saya berazzam, untuk menuju ke arah sana (sebuah pernikahan), tentunya saya harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Saaangaaat mempersiapkan. Harapannya saya bisa menjadi keberkahan untuk istri saya nantinya, begitu pula sebaliknya. Jangan sampai lah yaa saya bukannya menjadi berkah, malah jadi musibah. Na'udzubillah..

Jadi ingat ayat ini..
"Teman-teman akrab (yang berkasih-kasihan) pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Q.s. Az-Zukhruf [43]: 67)
Dari ayat ini yang saya bisa serap adalah bahwa banyak orang yang di dunia ini saling mencintai, dan berkasih-kasihan, kelak di akhirat mereka justru saling bermusuhan. Kecuali orang yang membangun cintanya atas landasan takwa karena Allah Swt.

Saya berharap saya bisa membangun cinta dan menjaga cinta dengan istri saya nantinya atas landasan takwa. Saya mencintai karena Allah dan dicintai karena Allah semata. Karena cinta memang harus dikembalikan kepada fitrahnya yang suci. Yaitu cinta yang dibangun atas landasan iman dan takwa. Cinta seperti ini yang insya Allah akan saya bawa ke akhirat kelak. Amiin..


foot note:
1. Tulisan ini opini pribadi atas pengetahuan pribadi yang diturunkan dari pengetahun orang lain. afwan jika memang ada yang salah.
2. Waktunya semakin dekat.